“Tenaga honorer ini masih dibutuhkan, bukan hanya guru, tapi juga administrasi dan kebersihan,” katanya.
Untuk mengurai kebuntuan, Dedi memastikan akan segera bertemu dengan Menteri PAN-RB guna mencari solusi teknis yang tidak melanggar aturan, sekaligus memastikan hak para tenaga honorer tetap terpenuhi.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan dari berbagai pihak yang menilai keterlambatan pembayaran gaji berpotensi mengganggu stabilitas layanan pendidikan di daerah. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





