“IDI Jawa Barat memang masuk kategori baik. Ke depannya, bukan soal angka saja tetapi meningkatkan kualitas demokrasi,” kata Margaretha melalui keterangan resminya, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, fluktuasi nilai IDI dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kualitas partisipasi politik, dinamika kebebasan sipil, kinerja lembaga demokrasi hingga situasi sosial politik yang terjadi selama masa pengukuran.
“Demokrasi kita belum sepenuhnya stabil, hal itu terpotret pada nilai IDI yang fluktuatif,” ujarnya.
Margaretha menegaskan IDI tidak sekadar menjadi angka statistik, tetapi harus dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis data atau evidence-based decision making.
Ia juga menilai pembangunan demokrasi tidak cukup hanya mengandalkan penguatan kelembagaan, tetapi perlu melibatkan relasi sosial dan partisipasi masyarakat secara lebih luas.





