JABARNEWS | GARUT – Dinas Pertanian Kabupaten Garut mulai memetakan wilayah pertanian rawan kekeringan menjelang musim kemarau 2026 untuk mengantisipasi penurunan produksi pangan akibat minimnya pasokan air.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian mengatakan pemetaan dilakukan untuk memudahkan penanganan cepat di daerah yang selama ini paling rentan mengalami kekeringan.
“Kita sudah punya peta potensi rawan kekeringan, namun datanya belum terlalu detail, baru disampaikan di tingkat kecamatan,” kata Ardhy dalam keterangan yang diterima, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, sejumlah wilayah di selatan Garut mulai melaporkan ancaman kekeringan akibat debit air sungai menurun dan ketergantungan lahan terhadap curah hujan.
“Kemarin laporan terancam kekeringan itu ada di daerah selatan seperti di Cibalong, Cikelet, dan Mekarmukti,” ujarnya.





