Menurutnya, modernisasi pertanian perlu diperkuat karena sektor tersebut telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indramayu.
“Kami siap mendukung pelaksanaan Program PM-AAS, termasuk mendorong optimalisasi pemanfaatan bantuan pertanian yang diberikan pemerintah pusat,” kata Lucky dalam keterangan yang diterima, Sabtu (16/5/2026).
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Barat Detia Tri Yunandar mengatakan luas lahan PM-AAS di Desa Plosokerep mencapai 100 hektare yang dibagi dalam empat titik kegiatan.
Lahan tersebut terdiri atas 70 hektare optimalisasi lahan dan 30 hektare lahan reguler yang digunakan untuk mendukung penerapan sistem pertanian modern.
“Untuk 30 hektare lahan reguler dibagi menjadi tiga aktivitas, yaitu lima hektare kegiatan tanam, kemudian di bagian utara dilakukan penyemprotan herbisida menggunakan drone sprayer, dan 20 hektare lainnya masih dalam proses pengolahan lahan,” kata Detia.





