Kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 13.30 WIB. Warga yang melintas di atas jembatan mencurigai adanya objek menyerupai tengkorak di antara tumpukan sampah di aliran Sungai Citarum.
Setelah menerima laporan, polisi bersama tim gabungan langsung menuju lokasi dan melakukan proses evakuasi. Meski posisi kerangka berada di area yang sulit dijangkau dan tertimbun sampah, proses pengangkatan berhasil dilakukan.
“Untuk evakuasi tadi tidak ada kesulitan, meski sedikit tertindih sampah, tim Basarnas berhasil mengangkatnya,” kata Hendri.
Saat ditemukan, kondisi kerangka sebagian besar telah menjadi tulang belulang, meski di beberapa bagian masih terdapat sisa jaringan tubuh. Petugas juga menemukan sisa pakaian yang masih melekat, termasuk adanya unsur kawat yang menjadi ciri khusus. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





