Daerah

Kisah Ibu di Tasikmalaya: Bilangnya Sekolah Gratis, Pas Keluar Harus Bayar Denda Puluhan Juta

×

Kisah Ibu di Tasikmalaya: Bilangnya Sekolah Gratis, Pas Keluar Harus Bayar Denda Puluhan Juta

Sebarkan artikel ini
Ketua KPAID kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto. (Foto: Dok. JabarNews).
Ketua KPAID kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto. (Foto: Dok. JabarNews).

“Ya mungkin anak saya sudah tidak betah dan tidak mau mondok lagi. Bahkan terakhir kemarin kabur dari pondok untuk yang ketiga kalinya dan ketemu. Karena ada yang ngasih kabar, anak saya berada di rumah salah seorang warga,” tambahnya.

Baca Juga:  Amankan TPS Jelang Pencoblosan Pilkada 2024, Polres Tasikmalaya Kerahkan 358 Personel

Kemudian, warga Desa Rajapolah, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya itu langsung membawa pulang anaknya ke Tasikmalaya.

Sebab, menurutnya, jika dipaksa untuk kembali ke pondok tersebut, yang dia takutkan akan kabur lagi.

Baca Juga:  Jelang Idul Adha, Distan Kabupaten Tasik Semakin Waspada

“Jadi tidak memaksa anak saya untuk tetap bertahan di pondok pesantren tersebut. Saya ingin anak saya tetap sekolah, tetapi di Tasikmalaya,” ucapnya.

Baca Juga:  Kemendes PDTT Ajak Pemuda Purwakarta Berkarya Untuk Desa

Akan tetapi, sambungnya, saat akan keluar dari sekolah tersebut, pihak yayasan mengirim surat denda.

Pages ( 2 of 4 ): 1 2 34

Tinggalkan Balasan