Daerah

Masyarakat Peduli Bahasa Sunda berkumpul di Perpustakaan Ajip Rosidi, Kecewa Pada Arteria Dahlan

×

Masyarakat Peduli Bahasa Sunda berkumpul di Perpustakaan Ajip Rosidi, Kecewa Pada Arteria Dahlan

Sebarkan artikel ini
asyarakat yang peduli pada bahasa Sunda berkumpul di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut nomor 2, Kota Bandung, Rabu (19/1/2022), (istimewa)

JABARNEWS | BANDUNG – Sejumlah masyarakat yang peduli pada bahasa Sunda berkumpul di Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut nomor 2, Kota Bandung, Rabu (19/1/2022) untuk mengambil sikap terkait pernyataan yang viral dari salahseorang anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, Arteria Dahlan yang menyinggung masalah bahasa Sunda.

Perwakilan dari masyarakat yang peduli bahasa Sunda, Cecep Burdansyah menyampaikan bahwa mereka merasa kecewa atas pernyataan Arteria Dahlan ini yang mana dia merupakan seorang anggota DPR RI yang justru harusnya mendorong penggunaan bahasa daerah.

Baca Juga:  Bawaslu Kota Bandung Ajak Masyarakat Aktif Awasi Tahapan Pilkada 2024

“Sesuai konstitusi dan undang-undang saja penggunaan bahasa daerah ini telah diatur kok bahwa negara menjamin dan memelihara juga mengembangkan bahasa daerah, termasuk Sunda. Jadi, pernyataannya ini kontraproduktif, otaknya di mana?” katanya.

Baca Juga:  27 Kabupaten Kota di Jabar Promosikan UMKM dalam KKJ-PKJB 2022, Transaksinya Capai Rp10,8 Miliar

Pernyataan Arteria ini, dinilai Cecep dapat mengganggu keutuhan dan memecah belah bangsa Indonesia termasuk mengucilkan bahasa daerah. Dia meyakini para pejabat dalam menggunakan bahasa daerah di forum-forum bukanlah dalam konteks kenegaraan, sebab jika konteksnya kenegaraan tentu memakai bahasa nasional.

“Tapi kan kalau semisal raker, rapat, atau kesempatan lain lalu memakai bahasa daerah ya enggak masalah sepanjang yang diajak bicaranya mengerti. Dan jika memang tak mengerti kan bisa gunakan cara yang sopan, seperti meminta maaf kepada si pembicara untuk gunakan bahasa Indonesia, bukan justru meminta jabatan seseorang dicopot. Memangnya negara ini punya dia sampai-sampai mau menjegal posisi karir seseorang,” ujarnya.

Baca Juga:  Hari Ini Mahasiswa Ultimatum Presiden Jokowi selama 7 x 24 Jam, Begini Isi Tuntutannya
Pages ( 1 of 2 ): 1 2

Tinggalkan Balasan