Daerah

MPKH Dorong Bawaslu Usut Tuntas Aksi Sawer Duit yang Dilakukan Kader Nasdem Garut di Halaman KPU

×

MPKH Dorong Bawaslu Usut Tuntas Aksi Sawer Duit yang Dilakukan Kader Nasdem Garut di Halaman KPU

Sebarkan artikel ini
Sawer Uang di KPU Garut
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Garut Diah Kurniasari saat menyawer uang sambil naik dodombaan usai mendaftarkan Bacaleg di Kantor KPU Garut, Kamis (11/5/2023). (Foto: Istimewa).
Sawer Uang di KPU Garut
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Garut Diah Kurniasari saat menyawer uang sambil naik dodombaan usai mendaftarkan Bacaleg di Kantor KPU Garut, Kamis (11/5/2023). (Foto: Istimewa).

Selain itu, bisa saja ini memang sudah dipersiapkan lebih dulu untuk melakukan saweran di halaman KPUD Garut. Hal tersebut dapat dilihat dari kesiapan uang untuk saweran dan ekpresi saat elakukan saweran. Bahkan ketiga orang yang nyawer itu seolah bergantian naik replika Dogar (Domba Garut) seperti sedang hajatan internal.

“Kalau memang itu ekpresi sepontan, tidak mungkin ada persiapan uang dan bergantian aksi nyawernya yang masih berada dihalaman KPUD Garut. Coba Bawaslu perhatikan dengan saksama secara utuh vidionya, ada kalimat yang diucapkan, ada gerak tangan dan lainnya,” katanya.

Baca Juga:  Atasi Kemacetan, Kemenhub segera Bangun Infrastruktur Transportasi Massal di Bandung Raya

Asep menerangkan, menurut Pasal Pasal 93 huruf b ayat (1) Junto Pasal 101 huruf a Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang telah diubah oleh Perpu No. 1 Tahun 2022 tentang pemilihan umum, Bawaslu memiliki tugas dan kewenangan yaitu melakukan pencegahan dan penindakan pelanggaran pemilu.

Baca Juga:  Ungkap Kasus Pelajar SMK Garut yang Ditemukan Tewas di Pantai Cianjur, Begini Hasil Penyelidikan Polisi

“Bawaslu Kabupaten Garut dapat menelaah terhadap pelanggaran atau larangan yang diatur dalam Pasal 280 ayat (1) huruf e dan huruf a. Yaitu mengganggu ketertiban umum dan menggunakan fasilitas pemerintah.

Baca Juga:  Disidak Om Zein, Proyek Bermasalah Rp1,8 Miliar di Purwakarta Tidak Akan Dibayar Dedi Mulyadi

“Dalam faktanya aksi sawer itu berada di sekitar halaman kantor penyelenggara pemilu sehingga masih termasuk kedalam fasilitas pemerintah atau megganggu ketertiban umum dalam artian para pekerja di KPUD Garut pastinya terganggu sejenak akibat adanya aksi nyawer itu, buktinya terihat dalam vidio petugas ada yang melihat atau menonton, bukannya melaksanakan tugas dan bekerja,” kata Asep.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3