JABARNEWS | BANDUNG – Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung meluncurkan mesin CNC “Podik” tipe KHD 40e sebagai langkah konkret menuju kemandirian teknologi di sektor manufaktur nasional.
Direktur Polman Bandung Darma Firmansyah Undayat, S.ST., MT menegaskan bahwa penguasaan teknologi manufaktur merupakan pilar utama dalam meningkatkan daya saing bangsa, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor.
“Pengembangan mesin CNC tipe KHD 40e ini adalah bukti nyata bahwa bangsa Indonesia memiliki kemampuan untuk merancang, memproduksi, dan mengembangkan teknologi manufaktur secara mandiri,” kata Darma usai peluncuran mesin CNC KHD 40e di Kampus Polman, Kota Bandung, Rabu (22/4/2026).
Mesin CNC yang diberi nama “Podik” tersebut telah didaftarkan sebagai merek resmi. Produk ini tidak hanya diposisikan sebagai alat produksi, tetapi juga simbol inovasi, kolaborasi, dan kemandirian teknologi dalam negeri.
Nama KHD sendiri diambil sebagai bentuk penghormatan kepada Direktur ketiga Polman Bandung, almarhum Kokok Hatsono Dyatmiko. Penamaan ini menjadi representasi kontribusi tokoh tersebut dalam pengembangan kompetensi manufaktur di lingkungan pendidikan vokasi dan industri.





