• Selasa, 28 September 2021

Keinginan Baru Tercapai, Penjual Keripik Ini Meninggal Di Hadapan Dedi Mulyadi

- Senin, 7 September 2020 | 20:58 WIB
Agustinus Simorangkir, pria penjual keripik bawang ini meninggal diduga karena penyakit jantung beberapa menit setelah bertemu Dedi Mulyadi, Senin (7/9/2020). (Foto: Dok Dedi Mulyadi)
Agustinus Simorangkir, pria penjual keripik bawang ini meninggal diduga karena penyakit jantung beberapa menit setelah bertemu Dedi Mulyadi, Senin (7/9/2020). (Foto: Dok Dedi Mulyadi)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Seorang penjual keripik bawang meninggal mendadak di hadapan anggota DPR RI Dedi Mulyadi, Senin (7/9/2020). Sontak peristiwa yang terjadi di depan matanya itu, membuat mantan Bupati Purwakarta tersebut kaget.

Diketahui, pria penjual keripik bawang itu bernama Agustinus Simorangkir, meninggal diduga karena penyakit jantung.

Dedi Mulyadi menceritakan, awalnya Senin sore ia berangkat dari Purwakarta menuju Subang. Setelah keluar dari tol dan melewati jalan arteri di Purwakarta, tepat RSUD Bayu Asih di samping SMP 7, ia melihat seorang pria paruh baya sedang duduk di pagar tembok untuk istirahat dengan di depannya ada tumpukan keripik bawang.

"Waktu itu saya sudah maju jauh, lalu mundur lagi karena melihat pria itu dan ingin membeli dagangannya," kata Dedi melalui sambungan telepon, Senin malam (7/9/2020).

Ketika ditemui Dedi Mulyadi, pria itu memperkenalkan diri Agustinus Simorangkir dan berjualan keripik bawang dari pagi sampai sore tetapi tidak laku. Dedi Mulyadi pun akhirnya memborong keripik tersebut dan mengajaknya naik mobil untuk diantar pulang ke rumahnya yang masih berada di Purwakarta.

"Di perjalanan ia bercerita bahwa ia dulunya pegawai bank. Ia memiliki penyakit jantung hingga harus sampai dipasang ring. Sementara istrinya struk dan kedua anaknya cacat. Satu tak bisa jalan dan ngomong dan satu lagi tak bisa jalan," ujar Dedi Mulyadi.

Sewaktu di rumahnya di Kelurahan Nagri Kaler, Kecamatan Purwakarta, ujar Dedi, Agustinus dan anaknya paling besar tampak bahagia. Agustinus pun memanggil istrinya bahwa ada Dedi Mulyadi.

"Mah, ada Kang Dedi," kenang Dedi Mulyadi menirukan ucapan Agustinus.

Namun beberapa menit kemudian, wajah Agustinus tiba-tiba pucat dan nafasnya sesak. Selain itu, wajahnya mulai biru.

"Akhirnya ia meninggal di depan saya," ucap Dedi Mulyadi dengan suara parau.

Dedi Mulyadi mengaku syok menghadapi kejadian ini. Ia pun segera membawa Agustinus ke rumah sakit yang jaraknya sekitar 5 menit. Namun di rumah sakit, Agustinus dinyatakan sudah meninggal.

"Kata istrinya ia terlalu bahagia bisa bertemu saya karena sudah lama ingin bertemu," kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mengaku ada rasa bahagia sekaligus sedih dalam peristiwa itu. Dia bahagia ternyata banyak dirindukan oleh orang-orang yang membutuhkan. Lalu rasa sedihnya adalah kenapa tidak dari dulu bertemu dengan Agustinus.

Dedi Mulyadi mengatakan, ia akan membiayai semua kebutuhan pemakaman Agustinus. Ia juga akan menanggung biaya keluarga almarhum selama setahun hingga sampai istri almarhum bisa mandiri. (Red)

Editor: Muhammad Rizal

Tags

Terkini

DPC PPP Purwakarta Bakal Gelar Muscab, Siapa Calonnya?

Senin, 27 September 2021 | 19:24 WIB

Jatuh ke Laut, Pria Asal Asahan Ditemukan Tewas

Senin, 27 September 2021 | 10:45 WIB

Lapas IIB Purwakarta Pasang Panic Button, Ini Fungsinya

Senin, 27 September 2021 | 10:32 WIB
X