• Sabtu, 23 Oktober 2021

Ganjil Genap di Majalengka Buat Batasi Wisatawan ke Objek Wisata Ini

- Minggu, 19 September 2021 | 18:30 WIB
Petugas polisi memantau objek wisata Paralayang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (Foto: Polres Majalengka)
Petugas polisi memantau objek wisata Paralayang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. (Foto: Polres Majalengka)

JABARNEWS | MAJALENGKA – Satlantas Polres Majalengka memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem ganjil genap di Objek Wisata Paralayang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Penerapan aturan ganjil genap kendaraan menuju tempat wisata Paralayang Majalengka itu ditujukan untuk membatasi lonjakan wisatawan.

"Kami terapkan ganjil genap untuk mengantisipasi membludaknya masyarakat yang berwisata," kata KBO Satlantas Polres Majalengka Ipda Toni Margianto, Minggu (19/9/2021).

Ia mengatakan, penyekatan untuk sistem ganjil genap dilakukan di jalan menuju pintu masuk Objek Wisata Paralayang, Desa Sidamukti, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Menurutnya, sistem ganjil genap diberlakukan mulai pukul 08.00 WIB WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung objek wisata tersebut.

Satu persatu kendaraan pengunjung menuju Wisata Paralayang, lanjut Toni, diperiksa plat nomornya oleh petugas gabungan dari Polres Majalengka serta Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kabupaten Majalengka.

"Lokasinya untuk sementara hasil kajian yang paling rawan adalah di Paralayang, makanya untuk sekarang penerapan ganjil genap hanya di Paralayang saja," tuturnya.

Toni mengatakan kendaraan pengunjung dengan pelat nomor ganjil hanya bisa melintas saat tanggal ganjil. Begitu pula dengan kendaraan plat genap hanya bisa melintas di tanggal genap.

Dia menjelaskan, penerapan sistem ganjil genap untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan setelah PPKM di Majalengka turun ke level 2. 

Untuk penerapan sistem ganjil genap di lokasi lain masih menunggu hasil kajian dan evaluasi dari Polres Cimahi dan Pemkab Majalengka.

"Untuk lokasi lainnya belum diberlakukan, tapi nanti lihat kajian kalau memang ramai dan perlu ganjil genap akan diberlakukan," katanya. (Red)

Editor: Yoyo W

Tags

Terkini

X