• Senin, 6 Desember 2021

Menengok Desa Bojong Timur, Surganya Cemilan Tradisional di Purwakarta

- Senin, 25 Oktober 2021 | 17:26 WIB
Kades Bojong Timur, Dedi Junaedi, bersama Ketua BUMDES Sauyunan, Dasep Hidayat dan Pengrajin Borongan Ketan, Hj Enung. (Foto: Gin/Jabarnews)
Kades Bojong Timur, Dedi Junaedi, bersama Ketua BUMDES Sauyunan, Dasep Hidayat dan Pengrajin Borongan Ketan, Hj Enung. (Foto: Gin/Jabarnews)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu surganya camilan yang dibuat secara tradisional di wilayah ini.

Cemilan tradisional tersebut, mulai dari borondong ketan, gula aren, kripik talas, teh hijau, kripik pisang di antaranya. Namun, yang paling khas itu adalah borondong ketan.

Borondong ketan, saat ini bisa dibilang menjadi camilan yang menjadi ikon Desa dengan jumlah penduduk 4.278 jiwa dan luas wilayah 394.043 hektare itu.

Baca Juga: Banjir Nias Belum Surut, 31 KK di DesaBio'ut Ngungsi ke Dataran Tinggi

Baca Juga: Hoax! WHO Akui 500 Ribu Warga Amerika Mati Karena Vaksinasi Covid-19

Mungkin pada umumnya, borondong yang ada di pasaran saat ini kebanyakan terbuat dari jagung Tetapi, borondong asal Desa Bojong Timur ini, bahan bakunya adalah beras ketan. Bahkan, beras ketan yang digunakannya pun kualitas terbaik dan tidak sembarangan bisa ditanam.

Baca Juga: Rezeki Bupati Kuningan di Pagi Hari: Saya Terima Tiga Kendaraan, dari Siapa?

Baca Juga: Tingkatkan Nilai Tambah Ekonomi, Kota Sukabumi Dorong Digitalisasi Wisata

Kepala Desa Bojong Timur, Dedi Junaedi mengatakan, sebenarnya produk UMKM yang ada di wilayahnya cukup beraneka macam. Hanya saja, Borondong ketan memang yang lebih tersohor. Kendati, makanan ini hanya bisa dibuat secara turun temurun oleh satu keluarga.

"Untuk Borondong ketan, hanya ada dua pelaku UMKM yang berasal dari satu keluarga. Sejak puluhan tahun lalu, keluarga ini khusus memroduksi camilan itu. Anehnya, warga lainnya tak bisa membuat borondong dengan kualitas yang sama," ucap Dedi, saat ditemui di Kantor Desa Bojong Timur, pada Senin, 25 Oktober 2021.

Dijelaskannya, karena ketradisionalan dalam pembuatannya, Borondong ketan ini secara tidak langsung sudah jadi ikon Bojong Timur. Jika ingat nama desa ini, maka orang akan langsung ingat dengan manis dan krispinya penganan ini.

Sebenarnya, kata Dedi, tak hanya borondong ketan, tapi ada produk UMKM yang jadi unggulan lainnya yakni gula aren. Gula aren yang diproduksi pelaku usaha di Bojong Timur ini asli menggunakan bahan baku air sadapan pohon aren.

Baca Juga: Tawaran Buat Milenial dari Hengky Kurniawan: Mau Uang Rp2 Juta? Ini Caranya.

Halaman:

Editor: Iqbal Safana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X