Penerapan konsep tersebut dinilai mampu menekan biaya. Di Desa Banyusari, dari pagu anggaran Rp175 juta untuk kebutuhan material 10 rumah, pelaku UMKM yang terpilih mampu memenuhi kebutuhan hanya dengan Rp164 juta. Sisa anggaran kemudian dimanfaatkan kembali oleh warga untuk meningkatkan kualitas bangunan.
Program ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut setiap unit rumah memperoleh alokasi Rp20 juta yang mencakup bahan bangunan dan upah tenaga kerja.
“Program bedah rumah ini berpotensi mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah serta menghadirkan keadilan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Maruarar.
Selain aspek pembangunan fisik, program ini juga menyasar penguatan ekonomi keluarga penerima manfaat. Dalam peluncuran program, Dedi Mulyadi memberikan tambahan bantuan modal usaha kepada salah satu warga penerima.
“Dari Menteri PKP sebesar Rp20 juta, insyaallah dari saya ada tambahan Rp20 juta lagi. Buat tambah modal usaha menjahitnya,” ujarnya kepada Lis Mulyani, seorang penerima manfaat.





