Daerah

Siswa SD Meninggal Usai Vaksin, Begini Respons Dinkes Kota Tasikmalaya

×

Siswa SD Meninggal Usai Vaksin, Begini Respons Dinkes Kota Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi - Vaksinasi anak. (Yan/Jabarnews)
Vaksinasi anak. (Yan/Jabarnews)

“Mungkin tak terdeteksi saat dilakukan skrining. Karena mungkin itu DBD-nya sedang masa inkubasi,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya.

Uus menambahkan, selama ini kasus yang murni Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) di Kota Tasikmalaya belum ada. Ini adalah kasus pertama KIPI dengan penyakit penyerta atau ko-insiden KIPI.

Baca Juga:  Vaksinasi Covid-19 bagi Anak Usia 6-11 Tahun di Kota Sukabumi Dimulai

“Untuk yang murni KIPI berujung fatal belum ada. Baru kejadian ko-insiden ini. Sebelumnya belum ada yang dengan keluhan berat,” kata dia.

Baca Juga:  Kampanye Di Cirebon, Demiz Silaturahmi Ke Keraton Kanoman

Meski demikian, lanjut Uus, kasus ini tak bisa diabaikan kematiannya akibat usai vaksin, meski sebagian besar kematian disebabkan oleh DBD dan liver akut.

Baca Juga:  Minimarket Tasco di Tasikmalaya Kemalingan, Belasan Slop Rokok dan Uang Puluhan Juta Raib

“Kemungkinan besar fatalitasnya (kematian) diakibatkan oleh DBD. Namun karena dia habis vaksinasi, maka istilahnya di kami ko-insiden KIPI. Kami tak bisa mengabaikan vaksinnya,” ujar dia.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3

Tinggalkan Balasan