Daerah

Tak Sesuai Kebutuhan, Lulusan SMK Sumbang 18,7 Persen Pengangguran di Jawa Barat

×

Tak Sesuai Kebutuhan, Lulusan SMK Sumbang 18,7 Persen Pengangguran di Jawa Barat

Sebarkan artikel ini
Siswa SMK sedang memproduksi lampu.

Siswa SMK sedang memproduksi lampu.

Hadi mengatakan, perlu ada dukungan dalam bentuk insentif pada industri yang memberikan kesempatan pada SMK untuk banyak belajar melalui kolaborasi tiga pihak tersebut.

Baca Juga:  Jalan Berlubang Jadi Biang Kerok Truk Timpa Mobil di Parungkuda Sukabumi

Kepala Disnakertrans Jabar, Rahmat Taufik Garsadi mengatakan, Jabar mengalami tantangan dengan tingginya pengangguran terdidik. 

Pada 2011, porsi pengangguran lulusan universitas terhadap pengguran terbuka di Jabar sebesar 9,54 persen. “Porsi ini meningkat pada 2020 mencapai 10,19 persen,” katanya.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Jawa Barat 21 Mei 2022

Selain itu, kata dia, lulusan SMK yang diharapkan jadi tenaga kerja siap pakai ternyata mengalami persoalan yang sama. Pada 2011 hanya 14,08 porsi pengangguran terbuka berasal dari lulusan SMK.

Baca Juga:  APBD Perubahan Jabar 2025 Naik Jadi Rp32,85 Triliun, Fokus Infrastruktur dan Pelunasan Utang

“Porsi ini, meningkat menjadi 18,75 persen pada 2020,” katanya.***

Pages ( 3 of 3 ): 12 3

Tinggalkan Balasan