Dedi menilai penggunaan material darurat tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat Karawang terus menjadi wilayah rawan banjir setiap kali debit air meningkat. Ia pun meminta Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) Citarum sebagai pihak yang berwenang untuk segera melakukan pembenahan.
Meski menyampaikan kritik, Dedi mengaku memahami kemungkinan adanya kendala anggaran yang dihadapi dalam pembangunan tanggul permanen. “Mungkin pembiayaan yang belum turun,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Dedi, mendorong percepatan perbaikan tanggul dengan kualitas konstruksi yang lebih baik. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko banjir berulang, terutama di wilayah utara Jawa Barat yang masih menghadapi intensitas hujan tinggi.
Ia menekankan bahwa perbaikan infrastruktur pengendali banjir menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana yang terus berulang di Karawang. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





