Langkah ini menyusul koordinasi cepat dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Dengan dukungan dana tersebut, durasi pembangunan diyakini bisa dipangkas secara signifikan.
“Tapi tadi malam arahan Pak Dasco, beliau akan menggunakan dana Banpres, dan kekurangannya mungkin sekitar Rp 220 miliar kalau bisa dikeluarkan insyaallah dalam kurun waktu 6 bulan ke depan itu akan sudah selesai pembangunan flyover yang ada,” kata Tri.
Menurutnya, keberadaan flyover ini akan membuat mobilitas warga lebih aman dan meminimalisir gangguan jadwal perjalanan kereta api.
“Artinya bahwa pengguna jalan lebih aman, lebih nyaman, selamat ya. Dan tentu perjalanan kereta api pun tidak akan terganggu ya, karena kemudian betul-betul perlintasan itu harus sudah memang ditutup,” lanjutnya.
Tingginya Risiko di Perlintasan Bekasi Timur
Kondisi teknis di lapangan memang cukup berisiko. Tri menjelaskan bahwa frekuensi perjalanan kereta api di jalur tersebut sangat padat, dengan jeda antar-rangkaian yang sangat singkat. Hal ini diperparah dengan keterbatasan infrastruktur rel di Stasiun Bekasi Timur.





