“Karena memang pola perjalanan keretanya itu kurang dari 10 menit, makanya begitu cepat posisi antara KRL dan kemudian kereta yang berikutnya. Sementara fungsi stasiun di Bekasi Timur itu tidak memiliki untuk mengubah apa, mengubah rel, karena relnya tetap itu hanya double track jadi tidak bisa sewaktu-waktu untuk dipindahkan. Jadi itulah kondisi yang ada,” jelas Tri.
Atensi Presiden Prabowo
Tragedi ini juga memicu perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto. Saat menjenguk para korban di RSUD Bekasi, Presiden menekankan pentingnya pengawasan dan pembenahan infrastruktur di titik-titik rawan perlintasan kereta.
“Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya, banyak tidak dijaga,” tutur Prabowo.
Hingga saat ini, proses investigasi atas kecelakaan Senin malam masih terus berjalan sembari pemerintah daerah bersiap memulai pengerjaan fisik guna memastikan tragedi serupa tidak terulang kembali. (kum)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





