Nasional

PLTU Cirebon-1 Batal Pensiun Dini, Menko Airlangga Beberkan Alasannya

×

PLTU Cirebon-1 Batal Pensiun Dini, Menko Airlangga Beberkan Alasannya

Sebarkan artikel ini
PLTU Cirebon-1 dengan teknologi supercritical 660 MW di Jawa Barat
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 berkapasitas 660 MW di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. (Foto: Indonesia Investment Authority)

Dengan pembatalan ini, Airlangga memastikan pendanaan ADB akan dialihkan ke proyek PLTU pengganti tanpa kendala.

“Nanti di-switch, nggak ada masalah,” tegasnya.

Komitmen JETP Meningkat Jadi US$21,4 Miliar

Dalam kesempatan yang sama, Airlangga mengumumkan kabar positif terkait peningkatan komitmen dana JETP untuk Indonesia. Nilai komitmen naik dari US$20 miliar menjadi US$21,4 miliar.

Baca Juga:  Jelang Duel "El Clasico" Indonesia, Harapan Robert Untuk Bobotoh dan Jakmania

Tambahan dana sebesar US$1,4 miliar ini berasal dari International Partners Group (IPG) senilai US$11 miliar dan Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ) sebesar US$10 miliar.

Baca Juga:  1.050 Jiwa di Ciuyah Cirebon Terdampak Banjir, DPRD Jabar: Amat Memprihatinkan

“Ini menunjukkan kuatnya kepercayaan internasional terhadap proyek-proyek renewable di Indonesia,” ungkap Airlangga.

JETP merupakan skema kerja sama pembiayaan antara negara maju dan berkembang untuk mempercepat transisi dari bahan bakar fosil ke ekonomi rendah karbon.

Mitra JETP Indonesia antara lain Inggris, Jepang, Kanada, Denmark, Uni Eropa, Norwegia, Italia, dan Perancis.

Baca Juga:  Kapolresta Cirebon Sidak Ketersediaan Minyak Goreng

Meski demikian, Amerika Serikat dilaporkan mundur dari komitmen ini. Padahal program JETP awalnya diumumkan langsung oleh Presiden AS Joe Biden saat KTT G20 di Bali pada November 2022.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3