“Nanti kelasnya jadi kelas industri kreatif, fokusnya kelas olahraga, kelas seni,” katanya.
Dedi Mulyadi menegaskan, program ini tidak menyentuh anggaran pembangunan unit sekolah baru.
Sekolah-sekolah favorit yang sudah lama dikenal masyarakat di tiap daerah itulah yang akan menjadi fondasi program.
“Tidak dibangun, kita mengupdate sekolah-sekolah yang dulu menjadi unggulan,” ucapnya.
“Sekolah favorit itu yang akan menjadi sekolah-sekolah yang diisi oleh anak-anak yang punya prestasi,” tambahnya.
Untuk menunjang program tersebut, Purwanto menyebutkan sejumlah peningkatan fasilitas yang sedang direncanakan, antara lain penambahan ruang kelas, penguatan teknologi pembelajaran, seleksi dan peningkatan kualitas guru, serta penyediaan fasilitas pendukung yang disesuaikan dengan bidang keahlian siswa.





