Daerah

Soal Permenaker Nomor 2 Tahun 2022, Ketua SPSI: Kami Menolak karena Merugikan Buruh

×

Soal Permenaker Nomor 2 Tahun 2022, Ketua SPSI: Kami Menolak karena Merugikan Buruh

Sebarkan artikel ini
para buruh tergabung FSP TSK SPSI, saat unjuk rasa (Unras). (Foto: Mul/JabarNews).

JABARNEWS | CIANJUR – Terbitnya Peraturan Menteri Ketanagakerjaan Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara Persyaratan dan Pembayaran Jaminan Hari Tua, sangat merugikan kaum Buruh.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI, Roy Jinto Ferianto, kepada awak media, Senin (14/3/2022).

Baca Juga:  Diguyur Hujan Deras, Dua Kecamatan di Cianjur Diterjang Banjir

Ia mengatakan, dimana pengambilan Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola oleh B.P. Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan harus menunggu usia 56 Tahun. “Walaupun pekerja/buruh terkena PHK,” katanya.

Baca Juga:  DPRD Kota Bandung:.Remisi Jadi Penghargaan bagi Narapidana Berkelakuan Baik

Roy mengungkapkan, maupun mengundurkan diri atas kemauan sendiri tetap harus menunggu usia 56 tahun baru bisa dicairkan.

Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan hak buruh merupakan tabungan hari tua yang iurannya dipotong dari upah buruh dan disetorkan ke B.P Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan. “Itu sebagai pengelola dana buruh,” terangnya.

Baca Juga:  Anak Jabar Paling Banyak Terekrut Terorisme, Dedi Mulyadi Soroti Pengawasan Orang Tua Soal Akses Digital
Pages ( 1 of 3 ): 1 23

Tinggalkan Balasan