JABARNEWS | BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serius membentuk holding Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bernama Sangga Buana untuk mengonsolidasikan puluhan perusahaan daerah. Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia sebagai syarat utama pembentukan struktur baru tersebut.
Dedi mengatakan pihaknya telah mengirimkan dokumen hasil uji kelayakan atau feasibility study sebagai dasar pembentukan holding tersebut. “Saya sudah berkirim surat. Masih nunggu rekomendasi Pak Mendagri. (Namanya?) Sangga Buana. (Artinya?) Sangga itu penyangga, Buana itu dunia,” kata Dedi dalam keterangan yang diterima, Sabtu (28/2/2026).
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menjelaskan kajian pembentukan holding dilakukan oleh tenaga ahli profesional dari Burhanuddin Abdullah Center. Kajian tersebut menjadi dasar konsolidasi BUMD agar lebih sehat secara investasi dan pengelolaan aset.
Saat ini, Pemprov Jawa Barat memiliki 37 BUMD yang terdiri dari 28 perusahaan di sektor keuangan dan sembilan perusahaan di sektor non-keuangan seperti infrastruktur dan energi. Namun, holding Sangga Buana nantinya hanya akan mencakup 36 BUMD, karena Bank BJB tidak masuk dalam skema tersebut.
“FS sudah kami kirim ke Kemendagri, karena harus mengikuti PP dan Permendagri mengenai BUMD. Yang jelas BJB tidak masuk ke holding,” kata Herman.





