JABARNEWS | JAKARTA – Peristiwa memilukan kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur menjadi alarm keras bagi keselamatan perkeretaapian nasional.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, menilai jalur rel di wilayah perkotaan saat ini tengah menghadapi tekanan sistemik yang luar biasa.
“Insiden kecelakaan kereta di sekitar Bekasi Timur menunjukkan bahwa jalur rel dengan kepadatan tinggi di wilayah perkotaan sedang menghadapi tekanan sistemik yang menuntut evaluasi lebih mendalam terhadap cara keselamatan dibangun, dimonitor, dan direspons dalam kondisi gangguan berantai,” kata Iwan Aras dikutip dari laman Parlemantaria, Kamis (30/4/2026).
Iwan mendesak adanya langkah konkret berupa pemisahan jalur operasional kereta demi menghindari risiko serupa. Menurutnya, kepadatan operasional di jalur yang sama merupakan bom waktu bagi keamanan penumpang.
Insiden berdarah ini berawal saat sebuah KRL tertemper taksi listrik yang mogok di perlintasan sekitar Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Lalu saat sedang menunggu proses evakuasi, KRL yang berhenti di jalur aktif dihantam dari belakang oleh KA Argo Bromo.





