Saking kencangnya tabrakan, lokomotif KA Argo Bromo merangsek masuk ke gerbong belakang KRL yang penuh penumpang. Akibat kejadian ini, belasan orang dilaporkan meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Iwan menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi tersebut. Ia menekankan bahwa keselamatan publik harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar lagi.
“Tentunya ini menjadi sebuah keprihatinan bersama bagi kita semua. Dan harus ada pembelajaran untuk memastikan keamanan transportasi kereta, khususnya dalam hal keselamatan penumpang,” tuturnya.
Ia pun menyoroti kemampuan sistem dalam mendeteksi bahaya secara dini. Disiplin operasional saja dianggap tidak cukup jika tidak didukung sistem isolasi risiko yang mumpuni.
“Tetapi harus dibaca sebagai hasil dari kemampuan sistem mendeteksi, mengisolasi, dan memutus risiko ketika gangguan awal terjadi. Perlintasan sebidang memang harus dibenahi, dari PT KAI harus melakukan pembenahan karena persoalan seperti ini masih sering terjadi,” tegas Iwan.





