JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan pembangunan danau retensi di Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, dimulai pada Juli 2026 sebagai langkah utama mengatasi banjir di kawasan Bandung Timur.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengatakan proyek tersebut kini memasuki tahap finalisasi kesepakatan dengan sejumlah pihak, termasuk dukungan penyediaan lahan dari perusahaan di sekitar lokasi pembangunan.
“Insya Allah setelah pertemuan ini akan lebih cepat terealisasi untuk mulai dibangun konstruksinya di Desa Sukamanah, kemungkinan di bulan Juli, sehingga banjir di wilayah Solokanjeruk khususnya bisa ditekan,” ujarnya di Bandung, Rabu (6/5/2026).
Menurut Dadang, pembangunan danau retensi menjadi solusi strategis untuk mengurangi potensi banjir yang selama ini kerap melanda wilayah Rancaekek dan sekitarnya akibat limpasan Sungai Cisunggalah serta tingginya aktivitas industri di kawasan tersebut.
Danau retensi yang dirancang memiliki luas total sekitar 11 hektare itu membutuhkan anggaran masing-masing Rp46 miliar di Desa Sukamanah, Rancaekek, dan Rp46 miliar lainnya di Desa Tegalluar, Bojongsoang.





