Menurut Dedy, salah satu agenda utama festival adalah fashion show yang bertujuan menjaring talenta muda di bidang desain busana.
Para peserta yang menunjukkan potensi akan dibina lebih lanjut oleh perangkat daerah terkait sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif.
Di sisi lain, perwakilan pengelola Garut Plaza Aris Nurramdani menyebutkan saat ini terdapat 487 pedagang aktif yang beroperasi di pusat perbelanjaan tersebut. Sebagian besar merupakan pelaku UMKM lokal Garut.
Beragam produk dijual di kawasan ini, mulai dari tekstil, busana, elektronik, hingga perhiasan yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain kegiatan fesyen dan promosi produk, Ramffest juga menghadirkan sejumlah layanan publik. Di antaranya pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta program Gelar Pangan Murah dari Dinas Ketahanan Pangan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





