Menurut Nurdin, kebutuhan anggaran sebenarnya melampaui angka yang diajukan. Namun keterbatasan waktu membuat pemerintah harus melakukan prioritas penanganan.
“Kita ajukan Rp7 miliar untuk tanggap darurat ini. Jumlah itu sebetulnya kalau hitung-hitungan kurang,” katanya.
Data sementara mencatat kerusakan jembatan tersebar di sejumlah kecamatan. Di Kecamatan Bungbulang terdapat lima jembatan rusak, sementara di wilayah Pakenjeng jumlahnya mencapai sekitar 10 titik. Angka tersebut masih akan diperbarui setelah proses evaluasi selesai.
Selain jembatan, kerusakan juga terjadi pada tembok penahan tanah (TPT) serta rumah warga yang terdampak bencana.
Pemkab Garut memastikan proses penganggaran tetap melalui mekanisme pengawasan, termasuk review oleh Inspektorat sebelum dana BTT digunakan.





