“Dari target itu cenderung agak sulit, dan sampai saat ini baru ada 20 hektare di Kecamatan Banjarwangi,” ujarnya.
Ia menjelaskan lahan sawah baru di Kecamatan Banjarwangi sebelumnya merupakan lahan darat yang kemudian disiapkan sistem pengairannya agar dapat digunakan untuk pertanian padi.
Ardhy menegaskan faktor utama dalam menentukan lokasi sawah baru adalah keberadaan sumber air yang memadai agar lahan tetap produktif dan mampu panen hingga tiga kali dalam setahun.
“Salah satu indikator menentukan satu titik ya itu harus ada air,” katanya.
Dispertan Garut menyebut sejumlah wilayah di Garut bagian utara, tengah hingga selatan memiliki potensi untuk pengembangan sawah baru selama didukung kondisi irigasi yang baik.





