JABARNEWS| BANDUNG – Gebrakan besar sedang disiapkan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI). Fokus utama kini tertuju pada takhta juara di Asia Karate Championship yang akan digelar di Bali dalam waktu dekat. Guna menyaring pendekar terbaik, ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Ketua Umum PB FORKI IV resmi digulirkan di GOR Bandung Arena, 9–12 Mei 2026.

Membidik Takhta Tertinggi di Pulau Dewata
Bukan sekadar seremonial, kejurnas kali ini menjadi fondasi utama tim nasional menghadapi kompetisi level benua. Ketua Umum PB FORKI, Marsekal TNI (Purn) Dr. Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa Indonesia harus tampil perkasa saat berstatus tuan rumah di Bali nanti.
”Dalam waktu dekat, kita juga akan menyelenggarakan event bergengsi di Bali, yaitu Asia Karate Championship,” ungkap Hadi Tjahjanto usai membuka acara di GOR Bandung Arena (Cetra Arena) kepada pers, Sabtu (9/5/2026).
Ia menyampaikan rasa optimisnya bahwa dengan kesiapan atlet putra maupun putri yang ada saat ini, Indonesia mampu merengkuh hasil maksimal di ajang tersebut.
Uji Nyali Sebelum Invasi ke Filipina dan Yordania
Strategi PB FORKI tidak berhenti di Bali. Indonesia tengah menyiapkan skema keberlanjutan untuk menjaga ketajaman atlet di kancah global. Selain fokus pada kejuaraan Asia, para karateka pilihan juga diproyeksikan untuk bertarung di Filipina dan Yordania.
Hadi Tjahjanto menjelaskan bahwa rangkaian try-out internasional ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga serta meningkatkan kemampuan teknis para atlet. PB FORKI ingin memastikan setiap karateka mampu mempertahankan performa puncaknya atau bahkan melampauinya saat naik ke tingkat kejuaraan yang lebih tinggi.

Kupas Tuntas Kesiapan Perguruan Nasional
Bagaimana cara PB FORKI menjamin kualitas atletnya? Melalui Kejurnas di Bandung inilah, setiap wilayah dan perguruan ditantang untuk membuktikan kualitas pembinaan mereka. Ajang ini menjadi radar untuk memantau sejauh mana persiapan yang telah dilakukan di tingkat dasar sebelum para atlet ditarik ke pusat.
”Program ini dimaksudkan untuk menyiapkan para atlet agar lebih siap menghadapi berbagai ajang kompetisi,” jelas Hadi. Ia ingin melihat secara langsung peta kekuatan setiap perguruan dalam menyiapkan talenta mereka untuk mengikuti event internasional.
Fasilitas Bandung Jadi Modal Pendukung Utama
Pemilihan Kota Bandung sebagai lokasi kejurnas dianggap sangat tepat. Infrastruktur olahraga di Jawa Barat dinilai memberikan atmosfer positif bagi para atlet untuk bertanding secara maksimal.
Hadi Tjahjanto memuji ketersediaan venue latihan yang baik serta dukungan transportasi yang memadai di Bandung. Selain faktor teknis, antusiasme luar biasa dari para atlet dan seluruh pihak terkait di Jawa Barat menjadi modal psikologis penting untuk mendongkrak prestasi nasional ke depan.
Apresiasi Pelaksana dan Semangat Sportivitas
Kesuksesan ajang tahun ini tidak lepas dari partisipasi masif karateka dari berbagai penjuru negeri.
Ketua Pelaksana, Mumuh Ardiansyah, mengungkapkan bahwa Kejurnas FORKI 2026 ini diikuti oleh kontingen dari seluruh Indonesia dengan total mencapai 1.241 peserta.
Dalam arahannya, Mumuh menekankan pentingnya integritas di atas matras dan meminta seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.
Pihak panitia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan berbagai elemen yang menyukseskan gelaran ini.
“Kami berterima kasih telah diberikan kepercayaan sebagai pelaksana kegiatan ini, juga terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sehingga terlaksananya kegiatan ini dengan baik,” ujar Mumuh. (Red)





