Daerah

Kerap Dianggap Negatif, Eastern Wolves Coba Rubah Stigma Musik Metal

×

Kerap Dianggap Negatif, Eastern Wolves Coba Rubah Stigma Musik Metal

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi konser musik. (Sumber: Pixabay/Pexels/9149 foto)
Ilustrasi konser musik. (Sumber: Pixabay/Pexels/9149 foto)

Selain itu, sambung Herry konser ini juga sekaligus ingin memberikan pemahaman bagi masyarakat luas bahwa musik keras tidak selalu identik dengan kejahatan, urakan dan lain sebagainya.

“Musik keras itu bukan konotasi negatif sih, tapi lebih ke keberanian menyuarakan kami yang mungkin masih dianggap minor gitu, karena musik keras ini,” ucap Herry.

Baca Juga:  Hari Jadi ke-22, PKS Jabar Bagi-bagi Penghargaan pada Caleg Peraih Suara Terbanyak

Lebih lanjut, Herry menuturkan, para penikmat atau penggiat musik keras kerap kali dipandang sebelah mata.

Padahal, kata Herry, penggiat musik keras sebetulnya memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Hal itu terbukti dari lirik musik yang dibuat biasanya berisikan kritikan sosial.

Baca Juga:  Haru-Dhani Deklarasi Maju di Pilwalkot Bandung 2024, Didukung Enam Partai

“Musik keras ini kan sebenarnya kalau membedah liriknya itu kritik sosial. Mereka band-band musik seperti ini butuh seseorang untuk mengangkat mereka,” katanya.

Baca Juga:  Begini Skema Polres Garut dalam Antisipasi Bencana Alam di Jalur Mudik
Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3

Tinggalkan Balasan