BPJS Ketenagakerjaan Beri Santunan Jaminan Kematian 42 Juta Kepada Ahli Waris

BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyerahkan santunan jaminan kematian kepada ahli waris Alm. Tatang Ridiyat, seorang Kepala Desa Warjabakti Kec. Cimaung Kab. Bandung, Jumat (11/2/2022).

JABARNEWS | BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyerahkan santunan jaminan kematian sebesar Rp 42 juta, kepada ahli waris dari seorang Kepala Desa Warjabakti Cimaung Kabupaten Bandung dalam acara Sosialisasi Peraturan Bupati Bandung Tentang Alokasi Dana Perimbangan Desa Bagi Para Camat dan Kepala Desa Tahun Anggaran 2022 yang mengundang para Camat dan Kepala Desa yang sudah maupun yang belum terdaftar BPJS Ketenagakerjaan.

Santunan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kabupaten Bandung kepada ahli waris Alm. Tatang Ridiyat pada hari Jumat, 11 Februari 2022.

Baca Juga:  Wajah Baru Taman Lalu Lintas Ade Irma Suryani, Warga Kota Bandung Dijamin Tambah Betah

“BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga Almarhum. Semoga santunan dan hak yang didapat bisa membantu beban keluarga yang ditinggalkan.” Kata Subhan Adinugroho, Pps. Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya.

Subhan menjelaskan bahwa setelah Almarhum mengikuti kegiatan monitoring dan evaluasi, badan Almarhum terasa lemas, tidak sempat dibawa ke rumah sakit, dan meninggal di tempat.

Dalam acara tersebut, Bupati Kabupaten Bandung juga menjelaskan manfaat keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan, meskipun baru  ikut 1-2 bulan kepesertaan, namun jika ada kecelakaan kerja atau kematian, manfaat sudah dapat dirasakan. Untuk kepala desa, di anggaran terbaru sudah ada untuk BPJS Ketenagakerjaan, dan wajib didaftarkan. Bupati berharap semua perangkat desa terlindungi untuk kesehatan dan perlindungan jiwanya.

Baca Juga:  Dua Pelaku Penyelundupan Solar di Bogor Terancam 6 Tahun Penjara dan Denda Miliaran Rupiah

Pps. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya, Subhan Adinugroho mengatakan keberadaan BPJAMSOSTEK merupakan wujud kepedulian negara untuk memberikan perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja di Indonesia. Baik yang bekerja di sektor formal maupun informal.

“Kami menghimbau kepada seluruh pemberi kerja pada sektor formal maupun bagi para pekerja sektor informal, agar sepenuhnya menyadari manfaat menjadi peserta program jaminan sosial ketenagakerjaan untuk perlindungan yang maksimal bagi pekerjanya,” pungkas Subhan.***