“Banyak yang memaksakan diri. Ingin hajatan besar, ingin terlihat meriah, padahal kemampuan terbatas. Akhirnya pinjam ke sana-sini, ke pinjol, koperasi, bahkan tetangga,” ujar Om Zein di KUA Kecamatan Purwakarta, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, harapan menutup utang dari amplop tamu undangan kerap meleset. Kondisi itu, kata dia, sering berujung pada konflik rumah tangga hingga perceraian.
“Ini benar-benar paket hemat. Tidak keluar biaya, tapi tetap sah, layak, dan membahagiakan,” katanya.
Om Zein juga menyebut pengumuman pernikahan kini tidak perlu lagi dilakukan lewat pengeras suara keliling kampung.
“Sekarang tidak perlu lagi woro-woro pakai toa. Cukup di media sosial, orang sudah tahu,” ujarnya.





