Pada pembukaan pameran, Daniel juga menampilkan performance art singkat berdurasi kurang dari satu menit. Dalam aksi tersebut, ia membungkus jemari kaki kanannya dengan kantong plastik sebagai simbol kritik terhadap meningkatnya sampah plastik, khususnya di Bali tempat ia kini banyak berkarya.
“Manusia adalah makhluk yang paling goblok di bumi karena suka merusak habitatnya sendiri. Bumi atau jagad ini harus kita pelihara dan jaga dengan baik,” ujar Daniel saat pembukaan pameran di Lawangwangi, Jumat sore.
Ia menambahkan bahwa figur-figur makhluk yang muncul dalam karya-karyanya justru digambarkan berada dalam posisi damai, berbanding terbalik dengan perilaku manusia yang sering menciptakan konflik.
“Karya saya justru berada pada posisi damai. Situasi perang saat ini menunjukkan puncak kegoblokan manusia,” katanya.
Bob Edrian melihat bahwa elemen mimpi menjadi salah satu kunci penting dalam membaca semesta artistik Daniel Kho. Menurutnya, karya Daniel sering berangkat dari pengalaman mimpi yang kemudian berkembang menjadi visi dan akhirnya menjadi realitas visual.





