Daerah

Pergerakan Tanah di Garut Meluas, 64 Rumah Terdampak dan Warga Menunggu Relokasi

×

Pergerakan Tanah di Garut Meluas, 64 Rumah Terdampak dan Warga Menunggu Relokasi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi pergerakan tanah. (Foto: FREEPIK/VLADIMIR POLIKARPOV).

JABARNEWS | GARUTPergerakan tanah di Kampung Sawah Joho, Desa Singajaya, Kecamatan Singajaya, Garut, Jawa Barat, terus meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut mencatat, jumlah rumah terdampak kini mencapai 64 unit, naik drastis dari sebelumnya hanya 18 rumah.

Baca Juga:  Jabar Jadi Barometer Pemilu 2024, Bey Machmudin Tekankan Hal Ini

Pemerintah Kabupaten Garut saat ini tengah menunggu rekomendasi relokasi hunian, karena kawasan terdampak dinyatakan tidak lagi layak huni dan membahayakan keselamatan warga.

“Kondisinya memang membahayakan. Baik rumah yang terdampak maupun yang berpotensi terdampak, semuanya harus direlokasi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Garut Aah Anwar, Selasa (8/4/2025).

Baca Juga:  Kerugian Bencana di Sukabumi Sepanjang 2024 Sentuh Angka Rp180 Miliar

Aah menjelaskan bahwa berdasarkan update asesmen terkini, rumah terdampak tersebar di Kampung Sawah Joho dan sebagian di Desa Gandasari. Akibat bencana ini, Pemkab Garut menetapkan status tanggap darurat bencana pergerakan tanah mulai 8 hingga 21 April 2025.

Baca Juga:  Dani Ramdan Prioritaskan Perbaikan Jembatan Cipamingkis Bekasi yang Longsor

“Kami sedang mempersiapkan lokasi relokasi yang layak dan aman. Sekarang ini fokus pada penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga,” tambahnya.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2