Hadis menduga insiden dipicu hal sepele, yakni suara bising dari sepeda motor dengan knalpot tidak standar yang memancing emosi kelompok pelaku.
“Saya baru tahu pagi harinya. Mukanya lebam, mungkin dipukul pakai benda keras. Anak saya tidak satu motor dengan korban yang meninggal,” katanya.
Pihak keluarga menyatakan akan menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus ini ke Kepolisian Resor Tasikmalaya agar para pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Pelakunya harus diadili seadil-adilnya. Ini sudah sangat keterlaluan karena sampai ada nyawa yang melayang,” tegasnya.
Hingga kini, kasus dugaan pengeroyokan tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian. Keluarga korban berharap proses pengungkapan pelaku dapat dilakukan secara cepat dan transparan, mengingat dampak serius yang ditimbulkan dari insiden tersebut. (Red)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





