Dispertan mencatat sekitar 300 hektare lahan pertanian padi sempat terancam kekeringan. Sebagian besar tanaman padi di wilayah tersebut telah memasuki usia lebih dari dua bulan atau mendekati masa panen.
Namun kondisi lahan berhasil terselamatkan setelah hujan masih turun pada awal Mei 2026.
“Untungnya kemarin itu ada turun hujan, jadi yang tadinya sudah mulai kering, kini terbantu dengan adanya hujan, dan tidak lagi terancam kekeringan,” kata Ardhy.
Berdasarkan pemetaan tahun sebelumnya, beberapa wilayah di Garut yang kerap terdampak kekeringan berada di Kecamatan Cibatu dan sejumlah kawasan utara maupun selatan Garut.
Dispertan memperkirakan musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dengan puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Agustus 2026.





