Daerah

Walah! Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Bandung Meningkat

×

Walah! Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Kota Bandung Meningkat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak. (Foto: Istimewa/Internet).
Ilustrasi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan. (Foto: Istimewa/Internet).

Ia menjabarkan, bentuk kekerasan paling banyak pada tahun 2022 adalah kekerasan psikis sejumlah 79 kasus. Lalu kekerasan seksual 73 kasus. Kemudian kekerasan fisik 20 kasus dan penelantaran 4 kasus.

“Jenis kekerasan paling banyak di tahun 2022 itu kekerasan terhadap anak 157 kasus. Lalu disusul kekerasan terhadap istri 134 kasus. Kemudian kekerasan terhadap perempuan 103 kasus. Secara total semuanya, laporan kekerasan tahun 2022 itu meningkat dari 362 menjadi 465 kasus,” ungkap Uum.

Baca Juga:  Sebaran PMK di Jabar 74 Persen, DKPP Klaim Masih Terkendali

Semua laporan tersebut diproses oleh DP3A melalui lembaga-lembaga yang tersedia, seperti UPTD PPA, Pusat Pelayanan dan Pemberdayaan Perempuan (PUSPEL PP), Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), dan Puspaga.

Baca Juga:  Uu Ruzhanul Ulum Dorong Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan

Namun, ia mengakui tidak semua kasus yang masuk bisa dengan mudah diselesaikan. Perlu adanya uji kondisi psikologis korban. Butuh 2-8 kali pendampingan konseling, terutama pendampingan hukum.

Baca Juga:  Ema Sumarna Pastikan Tiga Rumah Pompa Kawasan Kopo-Cibaduyut Sudah Berfungsi

“Ini yang mengakibatkan tidak semua kasus bisa diselesaikan atau ditutup. Keluarga juga memiliki peran penting. Banyak kasusnya yang datang ke kami itu baru 2 kali, tapi setelah itu tidak datang lagi,” terangnya.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3