Sambangi KPID DKI Jakarta, DPRD Jabar Bahas Pengawasan Penyiaran

JABARNEWS | JAKARTA – Komisi I DPRD Jawa Barat mengunjungi Komisi Penyiaran Indonesia (KPID) Provinsi DKI Jakarta. Dalam kunjungan yang dipimpin Abdy Yuhana membahas terkait mekanisme penerimaan tim seleksi KPID untuk persiapan tim seleksi KPID di Jawa Barat dan juga persiapan seleksi komisioner KPID Jawa Barat.

“DPRD Jabar ingin perhelatan seleksi KPID di Provinsi Jabar ini tidak hanya menjadi pergantian komisioner semata, tetapi juga menjadi ajang pembaruan dan penataan penyiaran di KPID Jabar,” kata Abdy. di KPID Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Baca Juga:  DPRD Jabar Dukung Pencegahan Perkawinan Anak dan Percepatan Penurunan Stunting

Oleh sebab itu lanjutnya, DPRD Jabar melalui kunjungan kerja ke KPID Provinsi DKI Jakarta, ingin studi banding terkait teknis persiapan penerimaan Tim Seleksi KPID serta teknis persiapan seleksi komisioner KPID.

“KPID ini berperan penting dalam mengawasi penyiaran khususnya di Jabar, perlu penyegaran dalam struktur KPID agar selalu dinamis,” ujar Abdy.

Baca Juga:  DPRD Jabar: Masyarakat Harus Siap Beralih ke TV Digital

Sementara, Ketua Komisioner KPID DKI Jakarta, Kawiyan menjelaskan bahwa dalam penetapan tim seleksi KPID, KPID sebelumnya mengusulkan nama-nama calon tim seleksi kepada Komisi 1 DPRD atau Komisi yang membidangi penerangan dan pers untuk ditetapkan oleh Komisi 1 DPRD.

Dalam pertemuan tesebut selain membahas mekanisme persiapan tim seleksi KPID, juga membahas tugas dan wewenang KPID dan peran KPID dalam mencerdaskan masyarakat.

“Selain pengawasan, kami di KPID juga mempunyai program edukasi penonton cerdas. Jadi KPID tidak hanya bertugas pengawasan saja, tapi juga ikut mendorong masyarakat agar bisa menseleksi tayangan yang baik bagi mereka” pungkas Ketua KPID DKI Jakarta, Kawiyan.

Baca Juga:  DPRD Jabar Tegaskan Pentingnya Pendidikan Politik untuk Indonesia Kuat dan Maju

Kunjungan Komisi 1 DPRD Jawa Barat turut dihadiri Muhammad Sidqon, Rafael Situmorang, Reynaldy Putra Andita Raemi, Tina Wiryawati, M. Nasir, Ridwan Solichin, Arif Hamid Rahman, Ruhiyat Nugraha, Ahab Sihabudin, Almaida Rosa Putra dan Yosa Octora Santono. (Red)