Dalam kegiatan di Bantul ini, Kemnaker membawa dua fokus utama. Selain pelatihan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas, kementerian juga memperkuat usaha pelaku UMKM rintisan.
Sukro menegaskan keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya. Baginya, kreativitas dan pola pikir adalah kunci utama dalam memenangkan persaingan ekonomi.
“Keterbatasan fisik bukan penghalang. Yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir. Kami ingin memastikan teman-teman disabilitas memiliki akses yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi,” tegasnya.
Pemerintah juga menyiapkan program keberlanjutan melalui Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program ini menyasar para perintis usaha agar bisa “naik kelas”.
Melalui TKM, peserta mendapatkan pendampingan serta akses pembiayaan yang lebih luas. Harapannya, usaha mereka berkembang dan mampu menyerap tenaga kerja baru di daerah.





