Moeldoko: Petani Harus Berkembang Dan Kaya

JABARNEWS | KEDIRI – Kepala Staf Kantor Presiden Moeldoko menegaskan petani harus berani bermimpi menjadi kaya raya. Caranya dengan menjadi petani berkualitas yang memperhatikan kondisi masa depan Indonesia.

“Petani harus berani mengatakan petani kaya. Bagaimana cara menjadi kaya? Berkembanglah sesuai dengan perkembangan zaman. Jangan mempertahankan yang tradisional dan harus memberdayakan teknologi,” ujar Moeldoko.

Moeldoko mengingatkan, para petani dari waktu ke waktu luas tanah pertanian semakin menyusut, sehingga harus ada upaya keras agar produksi pertanian optimal. Pendekatan intensifikasi teknologi menjadi jawabannya dari permasalahan tersebut.

Baca Juga:  Pemerintah Percepat Putuskan Biaya Haji

“Dengan pendekatan teknologi maka tanahnya menjadi baik, benihnya bagus, hasilnya pasti bagus,” kata Moeldoko saat memberikan sambutan pada acara Guyub Panen Nusantara di Desa Mejono, Kabupaten Kediri, Kamis (18/10/2018).

Selain itu, Moeldoko juga berpesan kepada para petani untuk belajar manajemen. Kemampuan manajerial dibutuhkan petani agar produksi pertanian optimal.

Baca Juga:  Mendagri Tito Ancam Copot Kepala Daerah yang Tak Mampu Atasi Inflasi

“Saya berpesan kepada petani untuk belajar manajemen. Mulai berlatih menghitung dalam satu hektar, semuanya dihitung untuk menentukan pengeluaran sebenarnya. Jangan sampai dalam satu hari tidak optimum,” kata Moeloko.

Dia menambahkan, pemanfaatan teknologi di bidang pertanian akan meningkatkan pendapatan petani. Dengan meningkatnya pendapatan, kesejahteraan petani, dan keluarganya juga akan terjamin.

“Jadi dengan pendapatan petani yang meningkat, keluarga akan terpelihara. Kalau keluarga terpelihara, nanti kita akan mendapatkan manusia yang berkualitas,” pungkasnya.

Baca Juga:  Aksi Sosial, Puluhan Jurnalis Donor Darah di PMI Kota Cirebon

Panen raya ini diselenggarakan PT Bisi Internasional Tbk bekerja sama dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Acara ini dihadiri Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Presiden Direktur PT Charoen Pokhand Indonesia Tbk, pejabat Pemda setempat dan 1000 petani yang berbagai provinsi di Indonesia. (Abh)

Jabarnews | Berita Jawa Barat