Nasional

Tindak Pelanggaran dan Penyimpangan Karantina, Polri Bentuk Khusus Ini

×

Tindak Pelanggaran dan Penyimpangan Karantina, Polri Bentuk Khusus Ini

Sebarkan artikel ini
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. (Dok. Humas Polri).
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. (Dok. Humas Polri).

Dedi menjelaskan, beberapa kasus pelanggaran kekarantinaan terjadi karena adanya blank area dari seseorang baik warga negara asing (WNA) maupun warga negara Indonesia (WNI) saat keluar pesawat hingga menuju Imigrasi.

“Disitu blank area yang memungkinkan terjadinya pelanggaran dan penyimpangan kekarantinaan. Terjadi transaksional sehingga WNA dan WNI yang harusnya karantina di tempat yang sudah disiapkan tapi tidak dilakukan,” katanya.

Baca Juga:  Takut Memberikan Kesaksian Palsu, Ferdy Sambo Diperiksa Menggunakan Lie Detector

Untuk meminimalisir hal tersebut, jenderal bintang dua ini menuturkan Polri sudah melaunching Aplikasi Monitoring Karantina Presisi. Namun, ia juga menuturkan perlu kerja sama dari stakeholders lainnya seperti Satgas Covid-19 dan TNI melakukan pengawasan secara konvensional.

Baca Juga:  Jaga Iklim di Purwakarta Tetap Baik, Polisi Lakukan Ini

Terkait dengan Aplikasi Monitoring Karantina Presisi, Dedi mengatakan, aplikasi ini secara digital mengawasi WNA dan WNI yang masuk ke Indonesia dari mulai tiba hingga ke lokasi karantina.

Baca Juga:  Empat Mitos Unik Seputar Rokok Menurut dr. Saddam Ismail

Beberapa lokasi pintu masuk ke Indonesia baik Bandara, Pelabuhan dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sudah menerapkan aplikasi ini. Hasilnya, lanjut Dedi cukup efektif mengawasi WNA dan WNI yang melakukan karantina.

Pages ( 2 of 4 ): 1 2 34

Tinggalkan Balasan