Pemerintahan

Kambing Berkaki Tiga Gegerkan Warga Naringgul Cianjur

×

Kambing Berkaki Tiga Gegerkan Warga Naringgul Cianjur

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | CIANJUR – Warga Kampung Karangsari RT 19/ 6, Desa Wangunsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur digegerkan adanya kambing langka kondisi utuh dan sehat berkaki tiga, Jumat (9/7/2021).

Dedi (35) pemilik kambing berkaki tiga membenarkan, lahirnya seekor kambing jantan tepat hari Jumat pukul 09.00 WIB pagi. Nah, sekarang baru umur dua bulan dengan tiga kaki.

“Ya, saat ini menjadi tontonan. Bahkan, rasa penasaran warga (tetangga) banyak datang. Meskipun jaraknya tempuh rumah saya cukup jauh dari pusat kota,” akunya, kepada JabarNews.com, pagi.

Baca Juga:  Mengenang Sejarah Di Tempat Wisata Gedung Juang 45 Bekasi

Dedi menuturkan, pemilik kambing ini rumahnya berada di ujung suku Gunung Cadas Bodas yang berhadapan dengan Gunung Cempa.

“Nah, selain kaki cuma tiga, bahkan buah alat vitalnya pun cuma satu, kalau di manusia disebut sanglir (sifatnya galak dan kuat) begitu kang,” ujarnya.

Masih ujar Dedi, sudah ada sekitar puluhan orang bahkan lebih mendatangi rumah, meskipun jarak tempuh sekitar delapan kilometer dari pusat kota Desa Wangunsari. Diantara mereka yang datang umumnya sekedar ingin tahu keanehan saja.

Baca Juga:  Warga Bandung Barat Perlu Waspadai Cuaca Ekstrem hingga 19 April 2021, Ada Apa?

“Namun tak sedikit pula yang bermaksud membeli hewan langka milik saya untuk dipelihara,” ucapnya.

Sambungnya Dedi, tidak akan menjual kambing langka miliknya tersebut meskipun ditawar dengan harga Rp3 juta pun. Kecuali tukar dengan satu unit motor bagus, kalau sama motor mau gak apa-apa dilepas.

“Akan memeliharanya hingga dewasa dan tidak akan menjualnya,” ucap pemilik kambing langka berkaki tiga.

Dia meyakini lahirnya anak kambing dengan tiga kaki di rumahnya mudah-mudahan dan semoga bisa mendatangkan rezeki bagi keluarganya dari Allah SWT.

Baca Juga:  Dear Warga Bandung Timur, Ingin Urus Perizinan? Gak Perlu Ribet, Datang Saja Kesini

“Ini adalah berkah. Jadi, saya tidak akan menjual kecuali tukar dengan motor kang,” tutup Dedi.

Sementara itu, Ajat (40) tetangga Dedi mengatakan, bahkan ada juga yang berani menawar tinggi Rp2 juta lebih. Dan, ada yang datang langsung sambil melihat berkunjung kesini membawa uang.

“Tapi pemilik kambing tidak menjualnya hingga saat ini masih dipelihara dan sehat,” ujarnya. (Mul)

Tinggalkan Balasan