Pendidikan Politik Itu Penting, Pemilih Muda Harus Tahu Jika Pemilu Bukan Hanya ‘Nyoblos’

Ilustrasi pendidikan politik bagi generasi milenial dan gen-z
Ilustrasi pendidikan politik bagi generasi milenial dan gen-z (Foto: Freepik.com)

JABARNEWS | PURWAKARTA – Pemilih muda mendominasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di gelaran pesta demokrasi tahun 2024. Sebanyak 56,45 persen dari total DPT yang dicatat Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah pemilih muda, yang terdiri dari generasi milenial dan generasi Z (Gen-Z) yang akan menggunakan hak pilihnya pada 14 Februari 2024 mendatang.

Baca Juga:  Ratusan Bacaleg Demokrat se-Jabar Ikuti Pendidikan Politik, Target Menang di Pemilu 2024

Pemilih muda diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pesta demokrasi ini karena akan menentukan masa depan Indonesia.

Peneliti dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Nina Andriana mengatakan hal terpenting bagi anak muda agar efektif berpartisipasi dalam Pemilu 2024 adalah pendidikan politik.

Baca Juga:  Sekeluarga Tenggelam di Palabuhanratu, Seorang Masih Hilang

“Pendidikan politik tidak hanya memberi tahu anak-anak muda bagaimana caranya mencoblos pada hari pemungutan suara,” katanya dikutip dari tayangan channel YouTube The Conversation Indonesia dengan judul “Tak kenal maka tak ‘nyoblos’, mengapa anak muda harus memilih di Pemilu 2024?” yang tayang Kamis (7/12/2023).

Baca Juga:  Surat Suara Rusak Capai 7.045 Lembar, Ini yang Dilakukan KPU Kota Depok

Akan tetapi, lanjut Nina, pendidikan politik itu lebih menjelaskan kepada anak muda bagaimana hasil pemilu dapat mempengaruhi sistem politik selama lima tahun ke depan. Dijelaskan dengan rinci dan sederhana, sehingga mudah dipahami oleh anak muda.