Sesak Napas Bisa Terjadi pada Siapa Saja, Ini Penyebabnya

Ilustrasi sesak napas
Ilustrasi sesak napas. (foto: istimewa)
  • Gangguan paru-paru: Sesak napas bisa menjadi gejala dari gangguan paru-paru seperti asma, bronkitis kronis, emfisema, pneumonia, atau fibrosis paru. Gangguan ini dapat menghalangi aliran udara normal dan menyebabkan sesak napas.
  • Penyakit jantung: Beberapa kondisi jantung seperti gagal jantung, penyakit arteri koroner, atau gangguan irama jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru atau mengurangi kemampuan jantung dalam memompa darah, yang kemudian menyebabkan sesak napas.
  • Kondisi pernapasan lainnya: Sesak napas juga dapat terjadi akibat kondisi lain seperti serangan panik atau kecemasan, anemia, obesitas, gangguan tiroid, atau kekurangan zat besi.
  • Reaksi alergi: Beberapa orang mungkin mengalami sesak napas sebagai respons terhadap alergi terhadap debu, serbuk sari, bulu hewan, atau bahan kimia tertentu.
  • Kondisi lingkungan: Pajanan terhadap polusi udara, asap rokok, atau udara yang tercemar juga dapat menyebabkan sesak napas pada beberapa individu.
Baca Juga:  Lebih Baik Tidak Mengakses Keran Air saat Ada Petir? Ini Alasannya

Jika Anda mengalami sesak napas yang berkepanjangan, parah, atau disertai gejala lain seperti nyeri dada, pusing, atau pingsan, segera cari bantuan medis. Dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan penyebab sesak napas dan merencanakan pengobatan yang tepat. Penting untuk mengatasi penyebab yang mendasari sesak napas guna memperoleh perawatan yang sesuai dan meringankan gejalanya. (red)

Baca Juga:  Agar Tidak Mudah Haus Saat Berpuasa Menurut Ahli