Tips Anti Ngantuk saat Naik Bus, Bisa Nikmati Perjalanan Lebih Aman dan Menyenangkan

Mudik dari Jakarta ke Bogor, Seorang Perempuan Melahirkan di Bus. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNG – Bus merupakan moda transportasi yang banyak dipilih masyarakat Indonesia karena harganya yang sangat terjangkau. Tidak hanya itu saja, jadwal keberangkatan bus juga cukup banyak, jadi bisa diandalkan jika bepergian secara mendadak. Ditambah lagi, pilihan perusahaan bus pun juga sangat banyak, salah satunya adalah bus Bejeu yang identik dengan armada warna hitam.

Berbagai fasilitas bus pun juga semakin diperlengkap, jadi semakin nyaman saja. Saking nyamannya, banyak orang ketiduran saat naik bus, terutama untuk perjalanan panjang. Namun perlu diperhatikan, jika terus menerus tidur sepanjang perjalanan, bisa jadi tujuannya kelewat atau lebih parahnya harus menjadi korban tindak kriminal. Maka dari itu, simak di sini tips anti ngantuk saat naik bus.

Baca Juga:  Ramalan Zodiak Scorpio, Sagitarius dan Capricon: Jangan Cuman Semangat Diawal

1.Tidur yang Cukup Sebelum Berangkat

Salah satu alasan banyak orang tertidur di bus adalah karena kurangnya istirahat atau kebanyakan begadang. Oleh sebab itu, ada baiknya sebelum berangkat untuk tidur lebih awal. Supaya paginya bisa bugar untuk menempuh perjalanan jauh. Tidak harus terjaga sepanjang waktu, namun setidaknya jika tidur pun tidak akan terlalu lama.

Supaya bisa tidur lebih awal, cobalah untuk menghindari minuman jenis kafein yang kuat. Anda bisa menggantinya dengan susu hangat atau camomile tea. Bisa juga mandi air hangat sebelum tidur supaya otot-otot jauh lebih rileks dan mudah mengantuk.

Baca Juga:  Ini Dia Peluang Kerja Untuk Kalian Lulusan Akuntansi, Salah Satunya Jadi Konsultan Pajak

2.Konsumsi Air yang Cukup

Kekurangan cairan juga menjadi alasan orang merasakan kantuk yang amat sangat. Karena itulah, penuhi kebutuhan cairan harian. Ini sangat dianjurkan, bahkan bagi orang yang tidak melakukan perjalanan pun. Pasalnya, selain menyebabkan kantuk, dehidrasi juga bisa menyebabkan gangguan lainnya. Mulai dari menurunnya fokus, mood berantakan, sampai memberatkan kerja ginjal.