Daerah

Polda Jabar Bongkar Kecurangan 12 Merek Beras, Omzet Ilegal Capai Miliaran Rupiah

×

Polda Jabar Bongkar Kecurangan 12 Merek Beras, Omzet Ilegal Capai Miliaran Rupiah

Sebarkan artikel ini
impor beras
Ilustrasi stok beras. (Foto: CNBC).

JABARNEWS | BANDUNGPolda Jabar mengungkap praktik kecurangan dalam produksi dan distribusi beras yang tidak sesuai standar mutu. Empat produsen dengan total 12 merek beras diketahui menjual beras kualitas rendah dalam kemasan berlabel premium.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan modus yang digunakan bervariasi, mulai dari repacking hingga mencantumkan label yang tidak sesuai isi sebenarnya.

Baca Juga:  Kisah Pemisahan Tubuh Bayi Kembar Siam di RSHS Bandung: Ayesha dan Aleeya Akhinya Bisa Pulang

“Dari hasil penyelidikan ditemukan empat produsen dan 12 merek beras yang melakukan pelanggaran, mulai dari menjual beras kualitas medium dalam kemasan premium, melakukan repacking, hingga mencantumkan label yang tidak sesuai dengan isi sebenarnya,” ujar Hendra di Bandung, Jumat (8/8/2025).

Baca Juga:  Grab Gratiskan Makanan Untuk Pahlawan Kepentingan Umum

Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam empat perkara yang sedang ditangani. Salah satunya adalah pemilik CV Sri Unggul Keandra di Majalengka, berinisial AP, yang memproduksi beras merek Si Putih kemasan 25 kilogram berlabel premium, padahal tidak memenuhi standar mutu. Praktik ini berlangsung empat tahun, dengan total produksi 36 ton dan omzet sekitar Rp468 juta.

Baca Juga:  KPU Purwakarta Terima Ribuan Kertas Suara Pileg

Kasus lain terjadi di PB Berkah, Cianjur. Pelaku memasarkan beras merek Slyp Pandan Wangi BR Cianjur yang ternyata berisi beras jenis lain. Dalam empat tahun, omzet penjualan mencapai Rp2,97 miliar dari 192 ton beras.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23