JABARNEWS | PURWAKARTA – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat akhirnya membuka kronologi insiden tindakan tidak pantas sejumlah siswa terhadap guru di SMAN 1 Purwakarta yang sempat viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi setelah kegiatan belajar mengajar selesai di dalam kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan kejadian bermula usai siswa mengikuti pelajaran kebhinekaan yang melibatkan aktivitas pengolahan makanan.
“Kronologinya mereka telah selesai pelajaran kebhinekaan, soal aneka makanan yang diolah oleh mereka berdasarkan penuturan kepala sekolah. Kemudian setelah itu terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak itu,” ujar Purwanto, Sabtu (18/4/2026).
Insiden tersebut melibatkan sembilan siswa kelas XI IPS dan terjadi pada Kamis lalu. Aksi itu sempat direkam dan menyebar luas di media sosial hingga memicu kecaman publik.
Pihak sekolah, lanjut Purwanto, langsung mengambil langkah dengan memanggil para siswa bersama orang tua mereka. Dari hasil pertemuan tersebut, seluruh pihak mengakui kesalahan yang terjadi.
“Kemudian setelah itu anak-anak dipanggil, orang tua dipanggil, semua menyadari telah melakukan kesalahan, orang tuanya juga menyayangkan, anaknya menyesal, kemudian sekolah melakukan langkah untuk pembinaan,” katanya.





