JABARNEWS | CIANJUR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan upah Rp2 juta per bulan bagi petani di kawasan kaki Gunung Gede-Pangrango, Kabupaten Cianjur, yang bersedia beralih dari menanam sayuran menjadi pohon keras guna mengurangi risiko banjir dan longsor.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan kerusakan kawasan hutan di wilayah Puncak-Cipanas menjadi salah satu penyebab banjir dan longsor yang kini justru terjadi di daerah dataran tinggi.
“Banjir biasanya terjadi di dataran rendah, namun di kawasan Puncak-Cipanas terjadi di dataran tinggi. Hal ini karena kawasan hutan di kaki gunung beralih menjadi perkebunan sayur,” kata Dedi di Cianjur, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, alih fungsi lahan membuat daya serap air berkurang drastis sehingga air hujan langsung mengalir ke permukiman warga. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah kampung di kawasan pegunungan mengalami banjir hingga longsor saat hujan deras mengguyur.
Sebagai langkah penanganan, Pemprov Jabar meminta petani melakukan penanaman pohon keras secara bertahap di lahan garapan mereka. Selama masa peralihan itu, pemerintah akan memberikan kompensasi berupa upah bulanan sebesar Rp2 juta kepada setiap petani.





