Daerah

BMKG Bandung Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi Saat Musim Peralihan

×

BMKG Bandung Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Hidrometeorologi Saat Musim Peralihan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi fenomena hujan es. (Foto: iStockPhoto).
Ilustrasi fenomena hujan es. (Foto: iStockPhoto).

Cuaca Bandung dalam satu pekan terakhir terasa lebih dingin dibandingkan biasanya. Meski suhu minimun berada pada kisaran 20 sampai 21 derajat celcius, dan pada musim kemarau bisa mencapai 18 derajat celcius.

“Kondisi ini dirasakan ketika memasuki akhir musim hujan dan menuju musim peralihan,” katanya.

Baca Juga:  Informasi Peringatan Dini Tiga Harian untuk Wilayah Jawa Barat

Ia menerangkan, berdasarkan pantauan dan analisis yang dilakukan oleh BMKG Bandung, cuaca dingin yang dirasakan oleh masyarakat disebabkan oleh 2 faktor, yaitu adanya proses pendinginan evaporatif (Evaporative Cooling). Bulan April secara empiris merupakan akhir musim hujan di wilayah Bandung Raya.

Baca Juga:  Angin Kencang Terjang Pesisir Cipatujah Tasikmalaya, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

“Namun demikian curah hujan yang terjadi lebih tinggi dibandingkan curah hujan pada periode DJF. Kondisi ini, disebabkan tingginya aktivitas pembentukan awan konvektif yang disebabkan oleh faktor labilitas atmosferik lokal,” katanya.

Baca Juga:  Taman Kemang Pratama Bekasi, Cocok Untuk Jadi Tempat Wisata Edukasi

Tentu saja, sambung Teguh proses pembentukan awan konvektif diawali oleh proses evaporasi. Proses evaporasi didominasi oleh proses perubahan fasa air, dari kondisi cair menjadi gas.

Pages ( 2 of 3 ): 1 2 3

Tinggalkan Balasan