Dampak Varian Omicorn, Pemkot Bandung dan BNPB Bagikan 200 Ribu Masker

Pemkot Bandung bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membagikan sebanyak 200 ribu masker ke masyarakat di 20 titik atau 10 ribu masker per titik lokasi, dampak merebaknya kembali kasus Covid-19 varian Omicorn di Kota Bandung, Sabtu (19/2/2022).

JABARNEWS | BANDUNG – Pemkot Bandung bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membagikan sebanyak 200 ribu masker ke masyarakat di 20 titik atau 10 ribu masker per titik lokasi, dampak merebaknya kembali kasus Covid-19 varian Omicorn di Kota Bandung, Sabtu (19/2/2022).

Pada 20 titik lokasi tersebut, maske disebar di ruang publik keramaian seputar wilayah Kota Bandung, antara lain di  Pasar Kordon Buah Batu, Pasar Anyar, Stasiun Kereta Kebon Kawung, Pasar Palasari, Pasar Kosambi, Pasar Leuwi Panjang, Terminal Cicaheum.

Baca Juga:  Marak Kasus Kekerasan Seksual, Cianjur Belum Pantas Disebut Kota Kabupaten Layak Anak

Selain di Pasar Cijerah, Pasar ujung Berung, Metro Indah Mall, Pasar Caringin dan IP Pasirkaliki. Pasar Kiaracondong, Pasar Sederhana juga Pasar Sadang Serang. Pasar Suci, Pasar Ciwastra, Pasar Gedebage, Pasar Andir dan Pasar Simpang Dago.

Di setiap titik, BNPB dan Pemkot Bandung membagikan sebanyak 10.000 masker. Pembagian masker gratis tersebut melibatkan 40 anggota Bhabinkamtibmas, 40 anggota BPBD Provinsi Jawa Barat, 40 orang relawan BKR Satgas Covid-19, dan petugas dari Pemkot Bandung.

Baca Juga:  Antisipasi Varian Omnicorn, Ketersediaan Oksigen di Kota Bandung Aman

Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan, sejumlah titik yang dipilih di antaranya adalah pasar, karena pasar menjadi salah satu titik keramaian yang rawan pelanggaran protokol kesehatan.

“Masukan dari BNPB, bahwa kepatuhan pasar relatif rendah. Disana juga ada keramaian,” kata Yana di Plaza Balai Kota Bandung.

Sementara itu, Kepala BNPB, Mayor Jendral TNI Suharyanto mengungkapkan, BNPB membagikan masker sebanyak 15 juta masker hingga bulan Mei 2022 di seluruh Indonesia.

“Kita terus dilaksanakan di daerah lain. BNPB menargetkan 15 juta masker sampai bulan Mei 2022. Ini tidak dibagi rata, tetapi melihat kasus meningkat kita datang. Untuk Jabar, itu sekitar 1 juta masker,” bebernya.

Baca Juga:  Tabrak Pejalan Kaki Hingga Tewas, Seorang Polisi di Sibolga Jadi Tersangka

Pembagian masker sebagai salah satu upaya agar masyarakat lebih patuh protokol kesehatan. Pada penanganan Covid-19, selain vaksin, kunci utama penanggulangannya yaitu patuh prokes.

“Salah satu upaya kita sebagai bangsa, melawan virus varian ini. Gencarkan vaksinasi juga tegakan protokol kesehatan. Memakai masker, kami galakan dengan memberikan masker,” ujarnya. (diskominfo)